TanyaArsitek.com – Material lantai adalah salah satu unsur yang tidak lepas dari pertimbangan pemilik rumah untuk menciptakan rumah idaman. Ada beberapa jenis material lantai yang bisa dipilih sesuai dengan faktor biaya, fungsi, keawetan, keamanan, kenyamanan, hingga estetika.

Batu Alam

Berdasarkan sumbernya, ada batu alam yang berasal dari laut dan ada batu alam yang berasal dari laut. Marmer dan granit adalah batu alam yang berasal dari gunung, sementara batu alam yang berasal dari laut umumnya berbentuk bulat dan gepeng.

Secara umum, karakteristik, warna, motif kekerasan, dan porositas dari sebuah batu alam sangat bergantung pada susunan material dan proses pembentukannya dialam. Seiring dengan perkembangan teknologi dan dunia desain serta tuntutan pasar, proses industri sudah dapat membuat batu alam yang mempunyai tampilan berbagai tekstur pada permukaannya yang dikemas dalam tampilan yang menarik untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Replika Batu Alam

Apabila dana menjadi kendala, dan tetap menginginkan batu alam sebagai material finishing lantai, ada pilihan produk yang menyerupai batu alam, baik dari tampilan, tekstur, maupun warnanya.

Dari soal keteraturan warna dan motif, tentu produk replika batu alam ini lebih seragam, hal ini dikarenakan replika batu alam diproduksi secara massal di pabrik.

Produk replika batu alam sangat beragam, ada yang menyerupai batu andesit yang kehitaman, hingga yang berwarna cerah seperti batu palimanan atau kehijauan seperti batu Bali.

Keramik

Material lantai yang satu ini terbentuk dari campuran tana, pasir, dan air melalui rangkaian proses kimiawi dan pembakaran dalam suhu tinggi, kurang lebih 1.350-1500 derajat celcius.

Secara umum, keramik mempunyai tampilan permukaan polish dan unpolished. Material ini sangat tepat digunakan pada area yang sering terkena air. Tekstur permukaannya ada yang kasar, sehingga material lantai ini relatif tidak licin ketika dalam keadaan basah.

Homogenous Tile

Berdasarkan namanya, pembentukan material lantai ini bersifat homogen. Tidak ada perbedaan bahan pada seluruh lapisan, hanya glazur yang ditambahkan dipermukaan tile untuk mendapatkan kekuatan yang lebih baik. Seperti halnya dengan keramik, homogenous tile mempunyai beragam pilihan motif dengan tipe finishing, yaitu polished (halus) dan unpolished (kasar).

Tegel

Material lantai ini terbuat daro campuran semen dan pasir. Selain berwarna abu-abu tegel memiliki warna dan motif yang beragam serta menarik. Saat ini tegel berwarna banyak digunakan untuk menciptakan kesan kuno pada interior.

Semen & Variasinya

Biasa disebut dengan lantai semen cor yang merupakan campuran semen dan pasir dengan perbandingan tertentu. Warna yang ditimbulkannya adalah abu-abu, sesuai dengan warna semen. Alternatif lain yang juga bisa ditambahkan motif, batu koral, atau aneka aksesoris dari keramik.

Lantai semen cor ini sangat berpotensi sebagai lantai yang bersifat dekoratif selama didesain dengan kreatif.

Kaca

Sifat kaca yang tidak tertutup memungkinkan ditetapkan pada rumah tinggal, untuk menunjukkan sesuatu yang istimewa di pada area bawah lantai.

Jenis kaca yang digunakan adalah kaca tempered, yaitu kaca yang telalui proses pembakaran dengan suhu yang sangat tinggi. Sifat kaca ini lebih kuat dari kaca biasa.

Kayu Solid & Olahan

Material kayu lebih terasa hangat ketika diinjak, dibandingkan dengan material lain seperti keramik, marmer atau granit. Materi lantai ini umumnya dikenal dengan nama lantai parket. Nama ini berasal dari bahasa inggris “parquetry“, yang berarti seni menata papan-papan kayu tipis.

Ada 2 jenis material finishing lantai kayu, yaitu kayu solid dan kayu olahan. Kayu solid merupakan papan kayu, sedangkan kayu olahan terdiri dari 2 jenis, yaitu laminated wood dan engineered woodLaminated wood adalah print motif kayu yang dilapisi oleh film melamin sebagai anti gores yang engineered wood.

 

sumber : pustaka rumah
Share Button